Para insan tengah di peraduannya
Kegelapan isi ruang sekitarku
Prajurit malam tengah berarak
Sunyi yang menyeruak
Aku seperti yang lain
Tapi mimpi tak kunjung jemput
Hanya papan banyak tombol dalam genggaman
Beserta kabel-kabel hitam penyalur suara
Malam itu tak seperti biasa
Bukan berusaha ‘tuk pejamkan mata
Justru kudengarkan ocehan mereka
Di depan boom
mereka bicara
Para pengoceh berhenti
Rangkaian melodi merasuki
Getarkan hati
Getarkan diri
Mata yang t’lah lama kemarau
Diterpa hujan payau
Tubuhku bergetar
Meringkuk
Memeluk teman setiaku tiap malam
Membenamkan wajahku di sana, temaram
Anganku melayang
Benak berselamur bayang
Segala yang terkenang
Kembali terngiang
Bukan, bukan, bukan semua
Namun segala antara kita
Kau dan aku
Kau… aku
KAU
Yang dulu isi siang malamku
Yang dulu warnai hidupku
Yang dulu genggam lembut tanganku
Yang dulu tersenyum manis untukku
Yang dulu seka air mataku
Yang lakukan SEGALANYA demi aku
Dulu… dulu
Dulu… dulu
Dulu… dulu
Ya, itu dulu
Kini? Kini? Ha ha
Kemana kau kini, bung?
Mengenyahkan diri?
Tinggalkanku, sendiri
Hanya berselimut kebisuan
Aku tak tahu harus bertahan
Ataukah harus relakan
Ah sial! Ini sungguh siksaan!
Aku bisa terhanyut riuh rendah
Namun kadang kulemah
Kala terlanjur lengah
Sisalah amarah
Hanya semilir angin berhembus
Bersama kabar tandus
Jika begini terus
Takkan
ada yang tertebus
Tak bisakah kau kemari?
Beri aku arti
Setidaknya beri inti
Agar tak begini
Ini mengguncang jiwa
Sungguh ingin bersua
Hilangkan kelabu antara kita
Kuak semua rasa tersisa
Meski takkan lagi bersatu
Sepahit apapun itu
Kumohon, jangan kau culas
Aku sudah hampir hilang waras
aneh ngga sih?
oiya gw ngejelasin sedikit makna dibalik rima sama bentuk puisinya.
Rimanya gw nyari kata yang sebisa mungkin, seperti gw yg lagi berusaha menata hidup sedemikian rupa. *asikasik~ tp panjang tiap barisnya yg ga sama dan ga beraturan itu melambangkan hidup gw sekarang, yg begitu messy. Jadi, pada intinya puisi ini menggambarkan bahwa sekeras apapun gw berusaha menata hidup, yang gw jalani itu ga mulus dan akan terus berantakan kalo masalah itu ga cepet2 diselesain.
By the way, this is my first poetry that inspired by Irfan haha. This is the longest poetry I’ve ever made! Kalo kalian iseng coba cari tau berapa jumlah kata dari mulai judul sampai kata terakhir puisinya. 'cause This is the most meaningful poetry i've ever made.
OIYA, kalo ada kata yang artinya kalian ngga tau cari aja di KAMUS BAHASA INDONESIA ONLINE
comment ya. siapapun yg baca puisi ini. thank you ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar