=D

About Me

Kamis, 04 Juni 2015

Mechanical Education Fair 2015

Bersama siapkan Indonesia menghadapi ASEAN Economic Community(AEC)! Persaingan berat menantang kita di depan mata. Jangan sampai kita jadi korban persaingan. Jadikan AEC ini peluang besar untukmu, untuk Indonesia!
Yuk cari ilmunya di

SEMINAR NASIONAL "INDONESIA READY FOR ASEAN ECONOMIC COMMUNITY" dalam rangkaian Mechanical Education Fair 2015.

Pembicara:
Pak Ilham Akbar Habibie (Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, CEO PT. Ilthabi Rekatama, anak dari Pak BJ Habibie) -> bisa tau tentang teknologi termutakhir dan yang sedang dikembangkan untuk AEC.

M. Nasir (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)-> mengetahui rencana pengembangan riset & teknologi Indonesia menyambut AEC. Bisa juga tanya-tanya tentang pengganti skripsi jadinya gimana sih..


Pak Iwan Ratman (Presiden Direktur dan CEO dari PT. Petro Tc International)
dan
Pak Irwan Hidayat (Presiden Direktur PT. Sidomuncul)
->Keduanya adalah pimpinan perusahaan multi-nasional, so kamu bisa tanya2 tentang pasar dan peluang dan strategi kamu saat bergelut dengan AEC nanti.

Sabtu, 6 Juni 2015
08:00-15:00
Gedung Prof. Soedharto, S.H., Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang

Tiket:
Mahasiswa 45k
Umum 55k
VIP 150K
(OTS +5K kecuali VIP)

Fasilitas:
-Seminar Kit
-Sertifikat (ttd Rektor)
-Snack
-Lunch
-Foto dengan pembicara (khusus VIP)
-Rekaman seluruh kegiatan (khusus VIP)

Info lebih lanjut dan pemesanan tiket:
Sekar 085714409440(sms dan whatsapp)
Id line:auliasekar

Saya siap mengantar tiket langsung ke tangan anda!

Organized by: Himpunan Mahasiswa Mesin UNDIP

posted from Bloggeroid

Kamis, 22 Mei 2014

Sebuah Pesan

UJE : Aku sering bertanya hal ini ketika berada di masjid. Dan ingin anda memikirkannya juga lalu mengkoreksi yang salah.
Mengapa kita merasa ngantuk ketika berdoa?
Tapi tetap terjaga bila nonton film hantu ?
Mengapa kita sedemikian bosan ketika melihat kitab suci?
Tapi gampang sekali membaca buku tentang percintaan? Mengapa sedemikian gampang mengabaikan pesan اَللّهُ Tapi kita mudah mengirim ulang hal yg menjijikkan ?
Mengapa pendoa semakin sedikit, Tapi bar dan club semakin menjamur ?
Mengapa mudah memuja selebritis Tapi sangat susah mengAgungkan nabi2 ϑαη rosul nya?
Pikirkan tentang hal ini, apakah anda akan mengirim ulang pesan ini?
Atau apakah anda akan mengabaikannya karena takut ditertawakan???
Kirim ulang pesan ini ke seluruh teman 80% tak akan mengirim ulang.اَللّهُ SWT berkata: Jika anda menolakKu didepan teman2mu, aku akan menolakmu di hari penghakiman
Bila satu pintu ditutup, اَللّهُ membuka dua pintu buat anda: jika اَللّهُ sudah membuka pintu" buat anda,
Kirim pesan ini kesetiap orang termasuk saya... اَللّهُ tak punya BLACKBERRY tapi Dia adalah kontak favoritku
Dia tidak ada facebook tapi Dia adalah teman terbaikku
Dia tidak ada TWITTER tapi aku mengikuti Dia
Dan bahkan tanpa INTERNET aku selalu tersambung kepadaNya
Dia tak punya INTERNET tapi dia selalu Online :)
Agama lebih penting gan..
Jangan malu jadi muslim dan muslimah :)

posted from Bloggeroid

Sabtu, 17 Mei 2014

Tidak Tahu

Ini terasa beratnya
Rasanya menghampa
Fantasiku entah kemana
Aku tak tahu salah di mana
Namun hati tak terasa sama

Apa yang terasa tak bisa ku reka
Kini semua datar begitu saja
Untuk berharap tak bisa


Sabtu, 08 Maret 2014

Duduk diam menatap layar besar
Hati terikat rantai besi
Kaki ini hendak melangkah pergi
Mencari kapal untuk aku berlayar

Senin, 25 November 2013

Penentuan Takdir

Masa-masa akhir sekolah sudah datang. Kini aku harus tentukan pilihan. Untuk masa depan... Takkan ada jalan kembali.
Aku sepertinya telah memilih. Namun aku takut terlalu berperasaan di sini. Seperti berharap yang hilang kan kembali.
Benarkah putusanku ini?
Jika tidak, sisa hidupku kan jadi siksaan.
Jika ya, sisa hidupku kan penuh peluh yang berhias senyum.
Entah apa yang kan kulakukan... Aku ingin yang terbaik. Untukmu, untukku, untuk keluarga dan untuk masa depan semua.
AS SWEET AS PIE

Published with Blogger-droid v2.0.10

Jumat, 09 Maret 2012

Istirahat sekolah...

"Eh bayar SPP yuk! Biar bisa ngambil kartu ujian mid test." ucap Lia setelah berbagi bekal dengan teman2nya.

"Ayooo! Tunggu..." ucap bbrp teman Lia sambil mengambil kartu bayaran.

Setelah itu, Lia dan 4 temannya-- Eno, Atikah, Dian, dan Dewi-- turun dari lantai 4 ke lantai satu. Menuruni tangga yg dirancang kurang baik. Duh, tangganya membuat kaki pegal. Ini aja turun. Kalo naik parahan lagi. Umpat Lia dalam hati.

Ketika sampai di loket pembayaran mereka mengumpulkan kartu bayaran mereka. Petugas TU yang sedang kelimpungan karena begitu banyak siswa yg membayar, menyuruh mereka mengambilnya kembali saat pulang sekolah.

Mereka pun melangkah pergi dan berniat kembali ke kelas. Namun, ada suaa yang memanggil mereka dari arah ruang guru.

"Hei, anak2 yg berlima, kesini sebentar" panggil guru tanaman obat mereka. Tanpa mengeluarkan sepatah kata, mereka berbalik dan mengikuti guru mereka.

"Tolong buang bunga2 layu dari dalam semua vas yg ada di ruang guru ini."

Sesaat sebelum masuk, Lia bertemu dengan...